Jumat, Maret 13, 2009

Pertengkaran Kecil

D.Y. Hidayatullah Jumat, Maret 13, 2009 2 komentar
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com

Sedih bila kuingat tengkaran itu
Membuat jarak antara kita
Resah tiada menentu hilang canda tawamu
Tak ingin aku begini tak ingin begini


Sobat rangkaian masa yang tlah terlewat
Buat batinku menangis
Mungkin karena egoku mungkin karena egomu
Maaf aku buat begini maaf aku begini


Reff :
Bila ingat kembali janji persahabatan kita
Tak kan mau berpisah karena ini
Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah
Karena aku ingin tetap sahabatmu

Sabtu, Februari 28, 2009

ironi "Guru"

D.Y. Hidayatullah Sabtu, Februari 28, 2009 Tidak ada komentar
Suatu hari disebuah sekolah menengah pertama (smp)....
seorang guru yang konon dikenal "penegak disiplin" disekolah tersebut kedatangan seorang tamu (orangtua murid)yang hendak mengkonfirmasi terkait kabar putranya terjaring razia di sekolah tersebut...
seraya khawatir serta penuh perhatian akan kondisi putranya; orangtua itu bertanya tentang kebenaran kabar putranya....


lantas Guru tadipun menjelaskan kepada orangtua tersebut perihal putra didiknya. dengan sangat antusias guru tersebut menceritakan...
"bapak..., sebenernya berita itu tidak benar.., anak bapa baik2 saja, tidak pernah ada ceritanya anak bapa terjaring razia, yang ada putra bapak memang kami panggil untuk sekedar mendapatkan saran agar tidak terlalu dekat dengan teman2nya yang "bandel" suka merokok bahkan sering minum pil haram..." lantas beliau menambahkan lagi..., "disekolah kami sangat dilarang siswa merokok.., kami selalu mengantispasi setiap anak yang terindikasi merokok disekolah, apa lagi putra bapa.., yang kami lihat begitu alim.."
belum selesai bapak guru tersebut berbicara..., tiba-tiba seorang murid menyela..., "maaf pak ini rokoknya..., tiga batang ya pak..?"
terang aja orangtua itupun tersenyum simpul..., didalam benaknya bliau berkata "bagaimana bisa mengantisipasi anak merokok..., lha wong gurunya yang ngajarin anak beli rokok..., yaa..hh caPeee deeecchhh.....!!!"


Kamis, Februari 26, 2009

kapan Kugapai dirimu.....?

D.Y. Hidayatullah Kamis, Februari 26, 2009 Tidak ada komentar




Nyatanya kini blum juga ku bisa menggapaimu.....

Selasa, Februari 24, 2009

Mimpi orang soleh...

D.Y. Hidayatullah Selasa, Februari 24, 2009 Tidak ada komentar


Dari Annas bin Malik RA berkata “Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah”

Konon suatu ketika ditempat dimana aku tinggal, adalah seorang ustadz yang pada saat itu sempat kebingungan mencari-cari kunci mobilnya..., padahal bliau yakin kunci tersebut selalu bliau bawa2 kemana bliau pergi..., lantas bliau mengumumkannya melaui SMS center...,dan kemudian ramailah teman2 mencari kunci tersebut, namun blmjuga diketemukan....

Beberapa hari kemudian datanglah seorang sahabat yang kami mengenal bliau sebagai seorang ustadz yang begitu luas ilmunya, bliau jg seorang ahli tafsir qur'an, bliau datang menemui ustadz tersebut..., bliau menyampaikan apa yang dilihatnya tadi malam dalam mimpinya..., bahwasanya bliau melihat kunci tersebut dalam saku jaket warna coklat...

Seraya penasaran ustadz td pun mulai memeriksa satu2 jaketnya..., namun sayang masih juga nihil...., kunci tersebut blm juga ditemukan...

waktu berlalu 2 pekan lamanya.., pagi hari aku pergi ke kantor..., kemudian kunyalakan komputerku, namun kudapati sambungan Internet ke komputerku terputus..., lantas aku coba ke lantai atas untuk sekedar memeriksa modem barangkali blm dinyalakan...
sesampainya dilantai atas.., tepatnya di meja tempat modem ditempatkan, aku dapati tumpukan pakaian seragam "coklat" guru2 yang belum dibagikan..., lantas aku rapikan satu2 dan aku melihat sebuah kunci dengan gantungannya diatas salahsatu pakaian tersebut...,
lantas aku periksa.. dilalam ada STNK kendaraan, dan ternyata itu adalah kunci mobil yang sedang dicari2..., Alhamdulillah...., aku temukan kuncinya... dan kusampaikan kepada ustadz tersebut..
lantas beberapa waktu disela kesibukannya ustadz datang ke mejaku seraya mengucapkan terima kasih dan bliau bercerita tentang kabar mimpi dari Ustadz sahabat kami tersebut...SUBHANALLAH.... benar kiranya kata Hadist Rosul tersebut...

“Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian nubuwah” dengan katalain bahwa bisa saja mimpi tersebut merupakan kabar baik (jalan keluar) dar Allah atas kesulitan2 kita...



wallahu'alam ...

Kamis, Desember 18, 2008

7 (tujuh) Indikator Kebahagiaan di Dunia

D.Y. Hidayatullah Kamis, Desember 18, 2008 4 komentar
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :


Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari
kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak
amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang
lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka
Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka
berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga)
akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada
kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang
sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya
menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh,
akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani
suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah
menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya" . Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu".

Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita
ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita,
namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh,
dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan
Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albaitu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman
kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal
siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah
orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam
sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul
dengan orang-orang yang sholeh.

Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan
mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah
orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu
terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut
menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang
yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan".
Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat
mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari
hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi
ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu
dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia
belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada
Allah dan rasul-Nya.

Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami
agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang
selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah
orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang
setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka
iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri
untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia
untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan
bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk
meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan
keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah.
Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka
berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator
kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu'
mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah
patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil
aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan
kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau
ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak
cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa
kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga
hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan
untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah
itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).